Kapolda Aceh Mengangkat Tema Local Wisdom dalam Pembinaan Keamanan dan Penegakan Hukum di Kuliah Umum Unpri Medan
Sebuah kuliah umum dengan tema ‘Local Wisdom dalam Merawat Kamtibmas dan Penegakan Hukum’ telah digelar di Unpri Medan. Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., yang menjadi pembicara kunci dalam acara tersebut, menekankan peran penting local wisdom dalam pembinaan keamanan dan penegakan hukum, didalamnya ikut serta ratusan mahasiswa dan anggota civitas akademika.
Peran Kearifan Lokal dalam Membina Keamanan
Kapolda Aceh menunjukkan bahwa kearifan lokal memiliki peran krusial dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di hadapan situasi sosial yang semakin kompleks. Ia menambahkan bahwa nilai-nilai budaya, adat istiadat, dan norma yang berlaku di masyarakat, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi kekuatan sosial yang mampu memperkuat stabilitas keamanan.
“Kearifan lokal memainkan peran integral dalam merawat kamtibmas. Pendekatan budaya dan nilai-nilai masyarakat dapat menjadi jembatan dalam menciptakan keamanan yang lebih manusiawi dan adil,” kata Kapolda Aceh di hadapan para mahasiswa.
Penegakan Hukum dan Kearifan Lokal
Kapolda Aceh menjelaskan bahwa penegakan hukum tidak hanya membutuhkan pendekatan formal, tetapi juga didukung oleh pendekatan sosial dan budaya yang ada di masyarakat. Ia menekankan pentingnya peran generasi muda, khususnya mahasiswa, sebagai agen perubahan yang bertanggung jawab menjaga persatuan, toleransi, dan stabilitas sosial.
“Mahasiswa memiliki peran strategis sebagai generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, saya berharap mahasiswa dapat menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta ikut berkontribusi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” tambahnya.
Sinergi dalam Membina Keamanan
Pada kuliah umum tersebut, Kapolda Aceh juga menegaskan pentingnya sinergi antara institusi pendidikan, masyarakat, dan aparat penegak hukum dalam merawat keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
“Keamanan adalah tanggung jawab kita bersama. Ketika masyarakat, akademisi, dan aparat penegak hukum dapat bersinergi dengan baik, maka stabilitas keamanan akan lebih mudah tercipta,” jelasnya.
Respons Mahasiswa
Kuliah umum tersebut berlangsung dengan antusiasme tinggi. Para mahasiswa aktif dalam diskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan terkait penerapan kearifan lokal dalam penyelesaian konflik sosial dan penegakan hukum.
Diharapkan kolaborasi antara dunia akademik dan institusi kepolisian dapat diperkuat melalui kegiatan ini, untuk membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat berbasis nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.